SeputarindoNews.id – Sukabumi – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tingkat, Kabupaten Sukabumi 27/6/26, menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan yang digelar di Hotel Augusta, Jumat, dihadiri sekitar 600 bidan dari 40 kecamatan, jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi, serta para pemangku kepentingan di bidang kesehatan.
Dari total sekitar 1.800 bidan yang bertugas di Kabupaten Sukabumi, sebanyak 600 orang hadir sebagai perwakilan. Meski tidak seluruh anggota dapat mengikuti kegiatan karena keterbatasan kapasitas tempat, antusiasme peserta mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan dedikasi profesi bidan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sukabumi, Asep Japar, yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh bidan atas pengabdian dan kerja nyata mereka sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, khususnya dalam mendampingi ibu hamil, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga kesehatan anak.
Dalam sambutannya, Asep Japar menegaskan bahwa profesi bidan memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari peran bidan yang setiap hari hadir memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, bahkan hingga pelosok desa.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia. Kami memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh bidan yang telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi. Pengabdian para bidan merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Sukabumi yang sehat dan sejahtera,” ujar Bupati.
Ia menekankan bahwa tantangan pelayanan kesehatan ke depan semakin kompleks. Karena itu, para bidan dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kesehatan.
Menurut Bupati, bidan tidak hanya menjalankan tugas medis, tetapi juga menjadi pendamping keluarga dalam memberikan edukasi kesehatan, mendorong pola hidup sehat, mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta berkontribusi dalam percepatan penanganan stunting yang saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional.
“Peran bidan sangat menentukan kualitas generasi masa depan. Mereka adalah ujung tombak pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya bidan agar pelayanan kesehatan semakin profesional, cepat, dan berkualitas,” tegasnya.
Asep Japar juga mengajak seluruh bidan untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit, kader Posyandu, serta seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam memperluas akses pelayanan kesehatan yang merata hingga ke wilayah terpencil di Kabupaten Sukabumi.
Peringatan HUT ke-75 IBI juga menjadi ajang mempererat solidaritas antaranggota organisasi profesi sekaligus memperkuat komitmen untuk terus menjaga etika profesi, meningkatkan mutu pelayanan, dan memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
Dengan mengusung semangat pengabdian dan profesionalisme, para bidan diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan kesehatan di era modern serta menjadi motor penggerak dalam mewujudkan keluarga yang sehat, ibu yang selamat, anak yang berkualitas, dan generasi emas Indonesia.
Melalui momentum HUT ke-75 ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Ikatan Bidan Indonesia dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang semakin kuat, berkualitas, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagi Bupati Asep Japar, keberhasilan pembangunan kesehatan bukan hanya diukur dari tersedianya fasilitas, tetapi juga dari dedikasi para tenaga kesehatan, khususnya bidan, yang setiap hari hadir memberikan pelayanan dengan hati kepada masyarakat.
(Ginanjar)
