Ilustrasi
Oleh Rd.Hadi haryono Pemerhati kebijakan publik
SeputarindoNews.id,Jakarta – Pernyataan bahwa “jabatan adalah sebuah tumbal politik” merujuk pada fenomena di mana seseorang, seringkali pejabat publik atau Aparatur Sipil Negara (ASN), dikorbankan untuk menyelamatkan kepentingan pihak lain, kelompok, atau atasan demi mencapai tujuan politik tertentu.
Berikut adalah beberapa konteks terkait pernyataan tersebut:
Korban Kepentingan Politik: Dalam dunia politik, seseorang atau jabatan sering kali dijadikan alat atau tumbal untuk menutupi kesalahan orang lain atau demi mempertahankan kekuasaan.
Kasus ASN: ASN seringkali berisiko dijadikan tumbal politik oleh atasan, terutama jika terjadi ketidakharmonisan hubungan atau tekanan politik, yang membuat karier mereka terhambat.
Kasus Hukum: Ada pandangan bahwa beberapa kasus hukum yang menimpa pejabat terjadi karena mereka dijadikan “tumbal” dalam persaingan politik.
Beban Pertanggungjawaban: Jabatan sebenarnya adalah amanah. Namun, sering kali jabatan direbutkan tanpa memikirkan beratnya beban pertanggungjawaban yang harus dipikul, baik di dunia maupun akhirat.
Istilah ini sering muncul dalam diskusi mengenai ketidakadilan dalam sistem politik, di mana profesionalisme sering kalah oleh manuver politik.( *)
