Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh
SeputarindoNews.id, SUKABUMI – Komitmen membangun konektivitas dan memantapkan infrastruktur di Sukabumi Utara terus ditunjukkan. Pada Tahun Anggaran 2026, Unit Pelaksana Teknis Daerah Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah III Cicurug di bawah naungan Dinas PU Kabupaten Sukabumi merealisasikan 25 titik kegiatan kebinamargaan meliputi pembangunan dan pemeliharaan jalan, serta 7 kegiatan pengelolaan irigasi dan pengairan.
Di bawah kepemimpinan Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, seluruh program difokuskan pada satu tujuan utama: peningkatan kemantapan jalan dan pemulihan akses transportasi masyarakat.
Metode Kerja Berbasis Kajian Teknis
Penanganan jalan tidak dilakukan secara asal. UPTD PU Wilayah III Cicurug mengedepankan metode konstruksi berdasarkan hasil survei kondisi drainase di lapangan.
Untuk ruas jalan dengan kondisi drainase buruk dan genangan tinggi, diterapkan metode betonisasi* guna menjamin kekuatan dan ketahanan struktur jangka panjang. Sementara untuk ruas dengan drainase yang memadai, dilakukan *pengaspalan melalui metode Hotmix, Latasir, dan Lasbutag (Kumik) sebagai bagian dari pemeliharaan rutin yang efisien dan berkualitas.
Proyek Strategis yang Direalisasikan Tahun 2026
Beberapa paket pekerjaan prioritas yang telah direalisasikan untuk menjawab keluhan masyarakat di antaranya:
1. Rehabilitasi Jalan Tenjoayu – Purwasari*
Menggunakan metode pengaspalan dengan nilai kontrak Rp377.133.984,14 yang bersumber dari APBD Perubahan Tahun 2026.
2. Betonisasi Jalan Caringin – Cidahu*
Menjadi salah satu paket terbesar dengan alokasi anggaran mencapai Rp1,78 Miliar dari APBD 2026. Diharapkan mampu mengurai persoalan jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan warga.
3. Rekonstruksi Jalan Cicurug – Cidahu
Paket pekerjaan senilai Rp925.828.377,00 untuk memulihkan dan meningkatkan akses utama masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.
Fokus Mitigasi Bencana dan Konektivitas Jembatan
Selain sektor Bina Marga, UPTD PU Wilayah III Cicurug juga fokus pada keselamatan infrastruktur.
Penanganan titik rawan longsor dilakukan di sepanjang jalur Parungkuda hingga Kabandungan* berdasarkan kajian Detail Engineering Design (DED) dari konsultan teknis agar penanganan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, sebagai bentuk perencanaan matang, UPTD juga telah menyusun dokumen DED untuk dua jembatan strategis, yakni Jembatan Kompa dan Jembatan Cipamatutan, yang kini telah diajukan ke dinas terkait untuk kepastian penganggaran.
Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh menegaskan, bagi ruas jalan yang belum terakomodasi di sisa anggaran tahun 2026, pihaknya telah mendorong agar masuk dalam skala prioritas usulan anggaran Tahun 2027.
“Pembangunan ini milik masyarakat. Mari kita dukung dan kita sukseskan bersama. Kami akan terus berupaya agar kemantapan jalan di wilayah Sukabumi Utara semakin meningkat,” pungkasnya. ( Hadi ).
