SeputarindoNews.id, jakarta – Pembina Forum Komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu ( FKWSB ) Rd. Hadi Haryono, C.CPL, menyuarakan sikap tegas terkait pentingnya menjaga kemerdekaan pers di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Rd. Hadi menegaskan, pilar keempat sebagai kontrol sosial jangan pernah dibungkam.
Menurut Rd. Hadi Haryono, C.CPL, pers memiliki fungsi yang sangat vital dalam demokrasi. Pers hadir 
Untuk mengawasi, bukan menghakimi. Pers hadir untuk mengungkap fakta, bukan mengada-ada.
Ia mempertanyakan, jika dengan adanya pers dan masyarakat sebagai kontrol sosial saja masih ditemukan dugaan penyimpangan dan praktik korupsi, lalu bagaimana jadinya jika fungsi pengawasan tersebut justru dilemahkan dan dibungkam.
Dalam poster pernyataan sikap yang beredar, Rd. Hadi Haryono, C.CPL menekankan tiga prinsip utama yang harus dipahami oleh semua pihak.
Pertama, kebebasan pers bukan ancaman bagi pemerintah.
Kedua, kritik bukan kejahatan.
Dan ketiga, investigasi bukan bentuk permusuhan.
Hal ini, ditegaskan Rd. Hadi, sudah dijamin secara konstitusional dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, yang menyatakan kemerdekaan pers adalah hak asasi dan berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial.
Rd. Hadi Haryono, C.CPL juga mengingatkan, setiap dugaan pelanggaran hukum, terutama dugaan korupsi, harus diuji berdasarkan fakta, bukti, konfirmasi, dan proses hukum yang berlaku, bukan ditutup dengan tekanan, intimidasi, ataupun upaya pembungkaman terhadap wartawan.
“Ketika kontrol sosial dilemahkan, risiko penyalahgunaan kekuasaan justru akan semakin besar,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh insan pers di Sukabumi untuk tetap komitmen: TAJAM DALAM PENGAWASAN, BERIMBANG DALAM PEMBERITAAN, TEGAS TERHADAP DUGAAN KORUPSI, dan TETAP PATUH PADA KODE ETIK JURNALISTIK.
“Mari tegakkan hukum dengan transparan, Biarkan pers bekerja secara profesional, independen dan bertanggung jawab. Karena pers yang kuat adalah penjaga demokrasi, Pers bukan musuh negara. “STOP KORUPSI”, Pers untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkas Rd. Hadi Haryono. ( *)
