SeputarindoNews.id. Cirebon – Laskar Adat Kuda Putih Arya Kemuning Keraton Kasepuhan Cirebon menegaskan bahwa pihaknya bukanlah Organisasi Kemasyarakatan atau Ormas. Lembaga ini hadir semata-mata untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya serta tradisi leluhur Cirebon.
Pernyataan tersebut disampaikan Raden Hadi Haryono Perwakilan Laskar Adat Kuda Putih Arya Kemuning wilayah Kokab Sukabumi, Minggu 7 September 2026.
1. SEJARAH NAMA “KUDA PUTIH ARYA KEMUNING”.
“Nama “Kuda Putih Arya Kemuning” memiliki akar sejarah panjang di tanah Cirebon dan Kuningan. Nama tersebut diambil dari kisah Adipati Arya Kemuning dari Kuningan seorang tokoh yang setia membantu perjuangan kanjeng sinuhun syekh Sarif Hidayatulah atau kanjeng Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan Islam di wilayah Cirebon”, tutur Rd.Hadi.
“Arya Kemuning dikenal sebagai panglima sekaligus sebagai Adipati Kuningan yang gagah berani dan identik dengan tunggangannya seekor kuda putih bernama “Si Windu”. Dari situlah muncul gelar “Pangeran Kuda Putih”, bebernya.
“Saat ini, Laskar Adat Kuda putih arya kemuning berafiliasi secara kultural dengan Kubu Pangeran Kuda Putih, yaitu Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi.,S.H.,M.H, yang telah dikukuhkan oleh para dzuriah atau keturunan Sunan Gunung Jati sebagai Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon”, Kata Rd.Hadi
2. FUNGSI DAN TUGAS LASKAR ADAT
Berbeda dengan Ormas pada umumnya, Laskar Adat Kuda Putih Arya Kemuning memiliki 3 fungsi utama:
a. Melestarikan Budaya dan Tradisi
Menjaga upacara adat, kesenian, dan nilai-nilai luhur Keraton Kasepuhan Cirebon agar tidak punah oleh zaman.
b. Menjaga Marwah Keraton
Menjadi garda terdepan dalam merawat kehormatan, tatanan, dan simbol-simbol adat di lingkungan Keraton dan masyarakat.
c. Menjadi Penghubung Sejarah
Mengajarkan kepada generasi muda tentang sejarah perjuangan para leluhur, khususnya peran Sunan Gunung Jati dan para adipati dalam membangun peradaban Cirebon.
“Lembaga kami bergerak berdasarkan ikatan darah, sejarah, dan adat. Bukan berdasarkan AD/ART Ormas. Jadi kami tidak terlibat politik praktis, dan tidak melakukan pungutan,” tegas Raden Hadi.
3. SIKAP TEGAS TERHADAP OKNUM
Raden Hadi juga menegaskan bahwa pihaknya menolak keras jika ada oknum yang mengatasnamakan Laskar Adat Kuda Putih Arya Kemuning untuk melakukan tindakan melanggar hukum seperti pemerasan.
“Itu bukan Anggota kami. Itu mencoreng nama baik Keraton dan Laskar. Maka kami mendukung penuh aparat kepolisian untuk menindak tegas oknum tersebut,” pungkasnya. ( Red )
